Pages

Sabtu, 29 Januari 2022

Hi there!

It’s been a while since the last post. Tiba-tiba terhenti begitu saja disana. Dan setelahnya, pas mau nulis lagi, I just forgot the password and couldn’t get it recovered. Habis itu sekarang nyoba lagi nebak2 eh kok bisa.. Apa mungkin dulu kurang niatnya ya? :))


So, how’s life? I hope things are going well for you. This pandemic may affect our lives dramatically or subconsciously. Dan ketika kita menganggap sudah terbiasa… saat naik lagi kasusnya, ternyata ngga. Ngga ada yang biasa dengan sebuah pandemi, at least for me.


I want to start writing again as a form of healing, or anything you name it. Clearing my head, sorting things out. Hopefully, it would also be beneficial. Pengennya nulis in english sekalian latihan.. tapi apa daya kadang kasih tak sampai. Jadilah macam anak2 jaksel gini yaudalahya :D


In this not-so-very-first post, I’d like to quote from my daughter’s current favourite book:


“… that in the great scheme of things, relationships are all that really matter. Everything else is fleeting. No one on their deathbed ever wished they’d spent more time at the office.


But it’s so easy to forget that in this frenetic world of ours. We get so busy driving that we don’t take time to get gas. We get so caught up in our work and our carpools and our to-dos that we forget to spend quality, face-to-face time with the living, breathing human beings all around us”


Quote tadi ada di parents’ corner buku yang judulnya Goob dan Kakeknya, atau Goob and His Grandpa. Salah satu dari seri 7 kebiasaan anak bahagia karya Sean Covey. Di buku itu diceritain gimana Goob merasa kehilangan kakeknya yang baru aja meninggal, dan gimana temen2nya ada disana untuk dia. Sweet. Bukunya bilingual, ilustrasinya bagus, ceritanya simpel tapi ngena, dan parents’ corner-nya nampol. Oh so many things you can learn from children’s books, indeed.


What I’m trying to say is that…. Jangan lupa bahagia... dan beramal. Ini macam self reminder sih sebenernya. Karena nin… What would you want if you were on your deathbed? :((


Well, it’s getting dark I should stop it right there… Hehe.


Then again, I sincerely hope things are going well for you :)

Kamis, 27 Februari 2014

I love you too.



Bismillahirrahmanirrahiim.


"No evil befalls on the earth nor in your own souls,
but it is in a book before We bring it into existence;
surely that is easy to Allah.
So that you may not grieve for what has escaped you,
nor be exultant at what He has given you;
and Allah does not love any arrogant boaster"

(QURAN verse 57:22-23) 




Don’t you worry mommy.. For destiny will never been switched.

.
I remember how happy you were when those two red lines came out. You ran to Pa, showed those lines to him with your ear-to-ear smile.

I remember Pa's particular smile as he held your hand in the hospital waiting room when you both wanted to see me for the first time. 5th week of gestation. TVS showed that I was just a tiny tiny cystic mass. I was just that small. Yet, you both smiled.

I remember those clearly. So should you, mommy.

You started to have bleeding just three days after that. I remember how you feel.. The intense worry, sadness, and confusion. You were worried that you would lost me. Pa did understand your feeling and said, “That’s okay.. He’s not belong to us. Bukan punya kita.” He was right. And you knew he was right. Nothing is actually belong to you.

The bleeding didn’t stop for few days. Some tissue came out at the seventh day. 6th week of gestation. TVS showed that I was no longer there.

That’s really okay to be sad, mommy. I was sad too. :(

.

But would it not be better to cherish happy moments, rather than be sad? Those two red lines.. Pa’s smile.. Tiny cystic mass me..

Would it not be better to express gratitude for what’s given to you, rather than grieve what’s taken from you? 
 
It’s been a month now. Be happy, mommy. And always be happy for others’ happiness.

If something is meant to you, it will come to you.

Don’t be sad. Don’t be afraid... For Our Lord is All Seeing and All Hearing.

You know I love you.



Rabu, 14 Agustus 2013

Planning a Wedding


Bismillahirrahmanirrahiim.

Memasuki usia twenty-something dan bulan Syawal ini, semakin banyak kabar pernikahan, dari rencana sampai eksekusinya. Hihi seneng dengernya :)

Disini saya ga akan bahas gimana rasanya nikah atau ngompor-ngomporin untuk nikah. Kita sama-sama percaya bahwa jodoh selalu “Pasti PAS”, bahkan lebih pas dari SPBU Pertami*a. Segala hal tentang jodoh; siapa, kapan, dimana, kenapa, dan gimana, udah ada yang ngatur. So no need to worry. Your time will come :)

And when that time comes, seperti beberapa teman saya sekarang ini, mungkin ada beberapa ganjalan dan kebingungan tentang gimana ngerencanain wedding. Ini beberapa perspektif dari saya. Feel free to disagree :)


Besar atau kecil?

Perayaan pernikahan atau walimah ursy sendiri hukumnya adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Masing-masing orang punya preferensi yang beda soal ini. Ada yang pengen akad dan syukuran sederhana, ada yang pengen acara meriah karena (harapannya) sekali seumur hidup. Satu hal yang sama-sama kita tahu, bukan besar/kecilnya acara yang nentuin keberkahan dalam pernikahan itu nantinya. Syukuran sederhana yang bukan karena alasan kikir ataupun acara meriah dengan niat memuliakan tamu dan yang tidak “memiskinkan” si empunya hajat agaknya sama-sama baik. Mengenai ini, lebih baik dipertimbangin langsung sama kedua keluarga. 

Dulu, suami pengennya akad dan syukuran kecil aja.  Tapi dengan pertimbangan bahwa keluarga kami super duper gede, keluarga dan relasi suami/mertua banyak dari luar kota, dll, akhirnya kami sepakati untuk mengadakan akad sekalian resepsi.


The Steps

Ada banyak variasi langkah-langkah perencanaan. Here was mine: 

1. Set the date
Tentuin tanggal pernikahan. Boleh tanggal pasti, boleh juga sebatas perkiraan (misal: bulan Januari tahun depan)

2. Pilih EO/katering*
Karena saya anak ketiga yang nikah di keluarga, jadi tinggal nunut katering yang dipake kakak saya dulu: Tidar’s. Banyak forum yang bahas wedding EO/catering services, Tinggal searching aja. Biasanya, katering nikah nyediain paket-paket yang udah termasuk: 1) katering, 2) dekorasi, 3) fotografi/video, 4) rias manten & keluarga inti. Kumplit kan, jadi ga terlalu repot. Tapi pilihannya terbatas sesuai rekanan kateringnya itu aja ya. Begitu catering udah ditentuin, lebih enak untuk ngerjain langkah selanjutnya.

3. Pilih tempat*
Rumah atau gedung? Ada orang yang lebih seneng di rumah sendiri karena lebih ‘anget’ dan bisa hemat juga. Dulu kami pilih gedung terutama karena pertimbangan jumlah undangan dan biar habis acara ga repot bersih-bersih praktis.

Tips milih gedung:
- Pilih gedung dari list rekanan katering. This will save a hell of budget. Karena kalo ga rekanan sama kateringnya, gedung akan ngasih charge. Besar charge beda-beda tiap gedung, biasanya sekitar 20% harga katering. Misal katering 50juta, gedung minta 10juta gaji buta. Hih! Ga sudi kan..
- Dari list itu, ambil beberapa yang deket dari rumah dan (sebaiknya) gampang diakses pake transportasi umum. Habis itu, survey gedungnya. Bisa janjian juga sama rekanan katering, biar bisa ikut icip-icip dan liat langsung nikahan orang.
- Gedung pemerintah/BUMN biasanya cukup luas dan punya harga yang lebih terjangkau dibanding swasta/hotel. Jangan lupa liat kapasitas gedungnya juga yaa! :)

4. Tentuin perkiraan jumlah undangan
Sebenernya sambil ngerjain langkah 2-3 ini juga dikerjain sih.. Langkah ini ga gitu saya pikirin karena udah ada perkiraan dari nikahan kakak-kakak saya sebelumnya. Jangan lupa, selain jumlah undangan, juga dipastiin berapa orang yang dateng tiap undangan itu. Proses undang mengundang ini yang paling bikin pusing dan lama. Sabar ya...

5. Mahar
Yang berhak nentuin mahar adalah pengantin perempuan. Mahar saya waktu itu cincin emas. Cuma saya yang pake cincin kawin, suami engga.

6. Urus printilan-printilan lain
Selain yang disebut di atas, resepsi di Indonesia biasanya melibatkan printilan-printilan berikut: undangan, souvenir, seragam keluarga, seserahan, dekorasi, foto/videografi, baju manten, rias. Banyak ya cyiiin <(._.)

*ket: langkah 2 dan 3 bisa dibalik. Bisa aja nentuin gedung dulu, baru lihat rekanan katering di gedung itu apa aja.


Segini dulu deh ya kakak.. Tips dan trik untuk hemat budget akan segera menyusul insyaAllah. Jangan takut. Jangan bingung. Bismillah :)

Oiyaa eid mubarak! Maaf lahir dan batin yaa. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.

Allahummanshuril muslimina wal mujahidina fii Mishr. Allahummanshuril muslimina wal mujahidina fii Filistin. Allahummanshuril muslimina wal mujahidina fii kulli zaman wa fii kulli makaan. Aamiin..