Pages

Minggu, 28 November 2010

kanker


saya terhenyak. dua kali, minggu ini. karena satu, kanker saluran cerna.

mulanya kabar kakak angkatan saya, mas suut. mas suut angkatan 2005, asisten anatomi, selalu ramah dan menyapa saya jika berpapasan. tiba-tiba saya menerima sms bahwa ia terkena Ca (kanker) extralumen metastasis hati. bila sudah metastasis maka itu artinya: stadium 4.

ditambah kabar yang baru saja tadi saya terima. ka mamat, smansa '04, teman angkatan kakak saya, yang terkenal karena suara emas dan tingkah gokilnya.. beliau baru saja meninggal beberapa hari yang lalu. alasannya? untuk usia sebelia itu, alasannya bukan kecelakaan. tapi: kanker saluran cerna. innalillahi wa inna ilaihi raajiun.

padahal mereka masih muda, hanya 2-3 tahun di atas saya. tapi nyatanya, kanker yang kata orang butuh waktu bertahun-tahun untuk tumbuh pun berhasil menggerogoti tubuh mereka..

gejalanya pun tidak khas. mas suut sejak 1 tahun yang lalu mengeluh sakit perut dan didiagnosis sebagai gastritis (maag). dengan penyembuhan pun dirasakan nyeri berkurang. berat badannya memang turun, tapi hanya 4 kg dalam 1,5 tahun. hingga minggu lalu, ia merasa hepar (liver)nya membesar.

setelah diperiksa, BAM! keluarlah diagnosis itu: kanker ekstralumen metastasis hati stadium 4. sebentar lagi jadi dokter, tiba-tiba divonis kayak gitu, dunia runtuh ga sih? tapi mas suut hebat, ga kayak saya. dia malah bilang tetep pengen ikut yankes (pelayanan kesehatan) di magelang.. sampe keluarganya mohon2 supaya dia ga usah ikut aja.. ya Allah..

dua kabar ini bikin saya... hemm.. diem. speechless. saya ngaku: saya takut, mungkin bisa dibilang paranoid. berat badan saya turun 6-8 kg dalam waktu 1-2 tahun ini (ga jelas juga mulai turunnya kapan). pola makan saya juga berantakan, ya timingnya, ya banyak lemaknya, ya kurang seratnya; which is jadi faktor risiko kanker saluran cerna :(

dan mama saya.. orang yang paling saya sayang seluruh dunia itu.. mama nyuruh saya berenti jadi asisten anatomi :((

entah kenapa, mama habis nutup telpon tiba2 nelpon lagi dan bilang: udah, anin berenti aja jadi asisten anatomi. formalin itu kan ga baik, mungkin krn itu anin jadi kurus. udah, anin berenti aja jadi asisten anatomi.. huhu sedih deh ih. tapi saya bilang. baik-baik. 'asisten2 anatomi ga semuanya kurus.. mama ga ada alesan deh..'

akhirnya setelah beberapa kali pengulangan 'udah anin berenti aja jadi asisten anatomi' dan 'mama ga ada alesan deh', telpon ditutup. tentu aja saya yang menang.

but, i must confess. deep down, somehow, i'm scared. bukan soal jadi atau ga jadi asisten, tapi soal si itu: kanker, yang udah nyerang kakek saya, sepupu saya, dan dua kakak kelas saya, tiba2.

ini yang namanya takut mati bukan sih? cemen banget rasanya :(

Allah.. sungguh aku ingin satu; khusnul khatimah.

Selasa, 23 November 2010

please scold me

ga tau ya. tapi kadang kalo labil begini, pengen rasanya dibentak. sama orang yg menurut saya pantes mbentak tapi deng.. kalo ngga mesti rasanya malah makin emosi. hahaha

mungkin kalimat kayak "HEH LABIL, JANGAN CENGENG" cukup. kalimat itu bakal bikin nangis tambah kejer, yakin deh. tapi habis itu (semoga) ilang ga bersisa. ga kayak gini, galau tiap hari, airmata kayak ngalir dari keran rusak yang ga berenti2nya netes.

gosh i have such there's-nothing-to-worry life, yet i still act like this. astaghfirullah..

Selasa, 19 Oktober 2010

husnul khatimah.

Bismillahirrahmanirrahiim. In the name of Allah, the most gracious, the most merciful.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.. Beberapa hari lalu saya dapat kabar wafatnya ayah sahabat saya, Hani Noor Illahi. Hani ini anak aQustic pertama yang menikah. Usianya terpaut beberapa hari lebih muda dari saya, namun sekarang ia telah menjadi seorang ibu. Ibu dari fathan, jagoan kecil sholeh lucu yang ada di foto samping kiri. Hani is one of the strongest girl in class. Dan mungkin kejadian ini, semakin membuktikan kekuatannya. It shows how Allah wants her to be even stronger.

Di bawah ini ada note yang hani tulis tentang ayah –atau abi—tercintanya. Sungguh saya ingin sekali membaginya di sini. Karena bagi saya, note ini penuh hikmah. Link: http://www.facebook.com/notes/hani-noor-ilahi/episode-cinta-untukmu-abi/452558414018

Pancaran kebaikan beliau tidak hanya ada ketika beliau (Ust. Tajuddin Noor) masih hidup. Karena bahkan setelah wafatnya pun, banyak hikmah dan kebaikan yang berpancar.. Bahkan bagi saya, yang hanya berkesempatan satu kali bertemu dengan beliau. Allahummaghfirlahu warhamhu wa afihi wa’fuanhu, amiin..

Lantas seberapa seringkah saya berpikir akan kematian? Sesuatu, yang saya tahu pasti akan terjadi cepat atau lambat. Atau, benarkah saya sejatinya percaya akan adanya kematian? Ketika saya terus melakukan khilaf, salah, dosa, lalai, lagi dan lagi, seakan saya akan hidup untuk waktu yang cukup lama untuk menghapusnya, menggantinya dengan amalan. Astaghfirullah..

Apakah nanti ketika waktu itu tiba, senyum jua yang akan terukir di wajah saya? Ketika dosa ini berlumur mengubur saya hidup-hidup. Seakan akan menarik keimanan saya perlahan. Naudzubillah.. Astaghfirullah ya Allah..

Ya Allah, matikanlah kami dalam keadaan husnul khatimah. Matikanlah kami ketika iman kami berada dalam orbitnya yang tertinggi. Matikanlah kami dalam sebaik-baiknya kematian, ya Rabb. Allahummaghfirlii wa liwalidayya warhamhuma kama rabbayani saghira. Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina azabannar. Allahumma amiin..